RADARDEPOK.COM, DEPOK – Genius Islamic School bekerjasama dengan komite sekolah mengadakan seminar parenting dengan tema tips dan trik menciptakan suasana kondusif dalam membimbing anak belajar di masa pandemi, Sabtu (29/01). Dalam kegiatan tersebut, yang menjadi pemberi materi adalah Tokoh Legenda Pemerhati Anak sekaligus Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), Seto Mulyadi dan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok, Wijayanto.
Dalam kegiatan tersebut, tidak hanya seminar parenting saja, tetapi ada juga Genius Expo yang menampilkan project- project karya siswa siswi GIS, seperti percobaan Science dan ragam hasil karya menarik lainnya serta bazaar yang disponsori oleh Sosro dan Lomba mewarnai tingkat TK, serta diisi dengan penampilan-penampilan siswa siswi, yakni, Science performance, yaitu penjelasan anatomi tubuh dengan menggunakan Bahasa Inggris, Tahfidz performance yaitu hafalan Alquran, dan Fashion Show pakaian adat Indonesia dengan diiringi alunan piano lagu-lagu daerah oleh ananda Razzaq (kelas 4).
Sesuai dengan tema yang diusung dalam kegiatan tersebut, Ketua LPAI, Seto Mulyadi mengatakan, setiap anak sejatinya senang belajar, itu sama saja dengan asumsi bahwa semua anak cerdas. Namun, untuk bisa belajar dengan baik, tentunya harus ditunjang dengan suasana yang menyenangkan. Dimasa pandemi tentunya berdampak besar pada mental anak, dan itu perlu ada perhatian khusus.
“Pada dasarnya anak senang belajar. Tetapi, belajar yang efektif adalah belajar dengan suasana gembira. Orang tua harus paham untuk mendidik anak, harus disesuaikan dengan zamannya,” ucapnya.

Oleh karena itu, Kak Seto –sapaanya-menjelaskan, dalam mendidik anak sudah tidak lagi dengan kekerasan dan ancaman, tetapi harus dilakukan dengan gembira dan lebih mengarah pada menumbuhkan kesadaran untuk belajar.
“Setiap orang bisa marah, tetapi sebaiknya marah yang cerdas,” tuturnya.
Kak Seto menuturkan, oleh karena itu perlu ada sinergi antara pihak sekolah dan orang tua dalam mendidik anak. Sekolah harus menciptakan sekolah ramah anak, sedangkan orang tua bisa menjadi sahabat dan idola anak. Sehingga, anak bisa merasa nyaman dan senang saat dimana saja, dan bisa menerima pembelajaran yang berkesinambungan saat di sekolah dan di rumah.
“Tidak menciptakan anak yang penurut, tetapi anak yang mandiri dan bisa berkolaborasi. Jadi, bisa bekerjasama serta bersosialisasi,” tuturnya.
Ditempat yang sama, Kepala Disdik Kota Depok, Wijayanto menuturkan, tidak hanya pendidikan akademik semata, tetapi harus diperhatikan juga kesiapan secara mental, kecerdasan sosial, dan akhlak yang baik. Jadi, harus ada keseimbangan antar pendidikan dunia dan akhirat. Itu bisa menjadi bekal mereka untuk mereka menjalani kehidupan. Kuncinya adalah penerapan dalam asah asih dan asuh dalam mendidik dan membina anak.

“Bekal untuk anak adalah kecerdasan spiritual, cinta tanah air, jiwa sosial, dan kritis. Jadi, anak diberikan kesempatan untuk mengemukakan pendapatnya, tetapi tentunya ada pendampingan dari orang tua dan juga guru,” katanya.
Ketua Pelaksana, Inri Leonie Lumintang mengatakan, yang menjadi peserta dalam kegiatan yang dimulai pukul 09:00 tersebut, adalah orang tua siswa, masyarakat umum, dan turut mengundang perwakilan RT/RW di beberapa perumahan sekitar Genius Islamic School. Namun, karena masih dalam masa pandemi maka dibatasi jumlah yang hadir.
“Pesertanya ada 125 orang, jumlah tersebut sesuai dengan setengah kapasitas dari aula yang ada di Genius Islamic School,” ucapnya kepada Radar Depok.
Inri menjelaskan, tujuan dari kegiatan tersebut adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan skill dalam mendidik anak, terutama dalam hal mengembangkan potensi dan bakat siswa. Karena, selama dua tahun belakangan ini, siswa belajar dengan sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ). Jadi, perlu adanya komunikasi yang baik antara pihak sekolah dan orang tua.

“Kami sengaja undang Kak Seto (sapaan-Seto Mulyadi), untuk memberikan sudut pandang yang efektif tentang bagaimana membentuk suasana pembelajaran yang menyenangkan,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Komite SD Genius Islamic School, Ika Bunga Maharani menuturkan, sudah ada beberapa kegiatan yang diadakan secara offline oleh Sekolah dan Komite, seperti Green Day, Teacher’s Day dan Genius Expo, Native Speaker dari Australia dan Jerman, Seminar Parenting dan Bazaar, tetapi semuanya itu tentunya dengan memperhatikan protokol kesehatan (prokes) yang ketat.
Ika menjelaskan, ini adalah bagian dari program Komite Sekolah yang bekerjasama dengan sekolah, untuk memberikan edukasi kepada warga sekolah, dan kali ini untuk orang tua. Ini bertujuan untuk memberikan informasi kepada orang tua untuk bisa menjadi lebih baik lagi dalam mendampingi anak dalam menuntut ilmu, baik secara akademik ataupun non akademik.
“Anak tentunya harus mendapatkan pendidikan yang baik dan tepat. Tentunya tepat sesuai dengan kemampuan dan ketrampilan anak tersebut,” jelasnya.
Sebagai salah satu contohnya, siswi Mikaradinka (kelas 3), mempunyai bakat di bidang melukis, dan ananda Mika memberikan hasil karyanya untuk Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, Wijayanto, Founder Genius Islamic School sekaligus Ketua KPAI, Susanto dan Kak Seto untuk kenang-kenangan yang sebelumnya juga memberikan hasil karyanya untuk Diplomat Kedutaan Australia dalam rangka Native Speaker di Genius Islamic School. Ini menunjukkan, bagaimana orang tua dapat mengarahkan minat dan bakat anak secara tepat.
Sementara itu, Direktur Pendidikan Yayasan Mutiara Jenius Indonesia, Eva Nawiyah menuturkan, kerjasama dengan Komite Sekolah memang selalu diterapkan, dimana di tahun ini saja ada 20 program yang sudah dan akan dilaksanakan bekerjasama dengan orang tua siswa. Tentunya untuk mensinergikan pola pembelajaran di sekolah dan di rumah, sehingga antara pendekatan di sekolah dengan di rumah menggunakan pola pendekatan dan spirit yang sama.
Sesuai dengan kekhasan dan keunggulan pendidikan di Genius Islamic School yakni berbasis karakter, maka pendidikan karakter untuk anak harus didukung oleh peran guru dan orang tua yang berkarakter. Kegiatan seminar parenting tersebut adalah bagian dari pembentukan karakter orang tua dalam mendidik anak menjadi lebih baik. Karena mendidik anak berkarakter itu harus dengan karakter.
“Kegiatan ekstrakulikuler pun disesuaikan fase perkembangan anak dan ragam potensi bakat siswanya, sehingga tumbuh kembang anak bisa optimal.
(rd)
Jurnalis/Editor : Pebri Mulya

