Depok, 8 Mei 2021
Mudik, bagi masyarakat Indonesia telah menjadi tradisi yang turun temurun. Bahkan masyarakat rela
menabung untuk biaya transportasi yang setiap tahun terus naik. Namun, karena saat ini pandemi covid-
19 masih menjadi ancaman serius maka saat ini Pemerintah melarang mudik, semata-mata untuk
mencegah agar kasus covid-19 tidak semakin meluas.
Meski pemerintah telah melarang, tampaknya masih ada saja warga yang nekat mudik bahkan sebagian
untuk memperlancar perjalanan mudik, rela melalui jalan tikus yang tak diketahui oleh aparat kepolisian
dan dinas perhubungan setempat. Sebagai bentuk penguatan himbauan pemerintah, ada ide kreatif
membuat video himbauan larangan mudik, dari Prabu Afkar Jenius Siswa Kelas 2 SD Karakter Genius
Islamic School dan Kaisar Mumtaz Siswa TK Karakter Genius Islamic School Kota Depok
Dalam video tersebut, Kaisar memerankan akan mudik ke “Eyangnya” di Jawa Timur, sementara Prabu
Afkar berperan mengingatkan agar tidak mudik karena pemerintah melarang. Namun Kaisar berdalih,
“kan ada jalan tikus” yang tak diketahui oleh aparat. Selanjutnya, Salwa Aufa Adiibah Kakak-nya
mengingatkan Kaisar agar tidak mudik karena kasus sedang naik dan dikhawatirkan dapat terjadi
penularan covid-19 semakin meluas. Akhirnya ia mengajak adiknya untuk video call ke “Eyangnya” yang
tinggal di Jawa Timur, sembari meminta maaf bahwa saat ini belum bisa mudik ke Jawa Timur.
Karya video kreatif tersebut mendapat apresiasi Dra. Sri Wahyuningsih, M.Pd Direktur Sekolah Dasar,
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, selanjutnya karya dimaksud diupload di media sosial
Direktorat Sekolah Dasar untuk edukasi masyarakat untuk mencegah pergerakan masyarakat mudik
lebaran.
Selain itu, mengingat pesan dalam video kreatif sangat bermanfaat, maka Plt. Kepala Biro Humas
Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, tertarik menjadikan video kreatif karya siswa Genius
Islamic School sebagai salah satu materi edukasi publik secara luas agar tidak mudik lebaran tahun ini.

